Program SMK Go Global yang dicanangkan oleh pemerintah melalui Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menjadi angin segar bagi penguatan pendidikan vokasi di Indonesia. Program ini bertujuan mendorong lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar memiliki daya saing global dan mampu menembus pasar kerja internasional. Kebijakan tersebut mendapat dukungan penuh dari Kepala SMK Pasundan 1 Bandung, Fikri Rahadian, S.Pd., M.M., yang menilai SMK Go Global sebagai solusi cepat dan tepat untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan.
SMK Go Global sebagai Solusi Pengangguran Lulusan SMK
Menurut Fikri Rahadian, salah satu tantangan utama lulusan SMK adalah keterbatasan akses kerja, terutama di tengah persaingan tenaga kerja yang semakin ketat. Program SMK Go Global hadir untuk menjawab persoalan tersebut dengan membuka peluang kerja yang lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Dengan bekal keterampilan, sertifikasi kompetensi, dan standar kerja global, lulusan SMK diharapkan mampu bersaing secara profesional.
Ia menegaskan bahwa SMK pada hakikatnya adalah institusi pendidikan yang menyiapkan peserta didik untuk langsung terjun ke dunia kerja. Oleh karena itu, kebijakan yang mendorong orientasi global merupakan langkah strategis agar lulusan SMK tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga tenaga kerja unggul yang dibutuhkan industri global.
Peran SMK dalam Menekan Angka Kemiskinan
Lebih lanjut, Fikri Rahadian menjelaskan bahwa SMK Go Global memiliki dampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan. Ketika lulusan SMK memperoleh pekerjaan yang layak dan berpenghasilan stabil, maka kesejahteraan keluarga akan meningkat. Hal ini secara tidak langsung memperkuat ekonomi masyarakat dan mengurangi ketimpangan sosial.
Program ini dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana bonus demografi harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan siap kerja. SMK menjadi garda terdepan dalam mencetak tenaga kerja produktif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Kesiapan SMK Pasundan 1 Bandung Mendukung SMK Go Global
Sebagai bentuk dukungan konkret, SMK Pasundan 1 Bandung menyatakan kesiapan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri global. Upaya tersebut meliputi penguatan kompetensi keahlian, peningkatan penguasaan bahasa asing, serta perluasan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), baik di dalam maupun luar negeri.
Fikri Rahadian menekankan bahwa keberhasilan program SMK Go Global memerlukan kolaborasi yang solid antara pemerintah, sekolah, industri, dan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, program ini diyakini tidak hanya menjadi kebijakan jangka pendek, tetapi juga strategi berkelanjutan dalam membangun SDM unggul Indonesia.
Melalui implementasi SMK Go Global, SMK Pasundan 1 Bandung optimistis dapat melahirkan lulusan yang kompeten, berdaya saing internasional, serta mampu menjadi solusi nyata dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.
